Rabu, 06 Mei 2015

INDONESIA-KU (Revisi)

KEPULAUAN MENTAWAI
Kepulauan Mentawai adalah bagian dari Provinsi Sumatera Barat dimana sejak tahun 1999 ditetapkan menjadi sebuah kabupaten. Posisi Kepulauan Mentawai yang ada di tengah Samudera Hindia membuatnya dikelilingi alam laut yang mengagumkan dan sempurna untuk wisata bahari. Mentawai telah tersohor menjadi salah satu tujuan wisata berpetualang, wisata budaya, dan wisata bahari terutama surfing yang diminati peselancar dalam dan luar negeri.
Kepulauan Mentawai sendiri merupakan rangkaian pulau non-vulkanik dimana gugusan kepulauannya merupakan puncak dari suatu punggung pegunungan bawah laut. Ada empat pulau yang membentuk Kepulauan Mentawai yaitu Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan Pulau Pagai Selatan. Lokasi pulau-pulau tersebut berada di lepas pantai Provinsi Sumatera Barat yang memanjang dan dikelilingi Samudera Hindia.

Pulau Siberut adalah pulau terbesar di kepulauan ini dan satu-satunya yang memiliki pelayaran regular dengan Kota Padang di Sumatera Barat. Pusat pemerintahan kabupatennya sendiri berada di Tuapejat, yaitu sebelah utara Pulau Sipora.

Surfing atau selancar telah menjadi ikon wisata Kepulauan Mentawai, bahkan tidak jarang digelar kompetisi surfing bertaraf internasional di sini. Sedikitnya tersebar 400 titik surfing di Kepulauan Mentawai. Ombaknya beraggam dan menantang, bahkan beberapa gulungan ombaknya termasuk dalam kategori extreme yang dicari peselancar dari berbagai penjuru dunia.
  Kepulauan Mentawai juga menawarkan atraksi trekking menempuh pedalaman hutan tropis yang masih asli, menikmati gaya hidup masyarakat adat yang tinggal damai di dalamnya. Mentawai adalah sebuah daerah yang belum terjamah banyak oleh tangan manusia dan infrastruktur modern.

Saat Anda mengunjungi Mentawai maka akan disuguhi nuansa peradaban kuno zaman neolitikum dimana suku-suku di kepulauan ini tidak mengenal pengerjaan logam dan bercocok tanam, bahkan tidak juga teknik menenun kain. Jadi, Anda akan melihat perbedaan kebudayaan dengan masyarakat Minangkabau di bagian darat Sumatera Barat.

Mayoritas penghuni kepulauan ini adalah suku Mentawai yang berasal dari Pulau Siberut dengan jumlah sekira 30.000 jiwa. Setiap keluarga di Kepulauan Mentawai terdiri dari 5-15 orang yang tinggal di dalam desa maupun di ladang dekat hutan yang mereka garap. Rumah tradisional khas Mentawai sendiri dikenal dengan sebutan uma.
 Kepulauan Mentawai sudah ada sejak lima ratus ribu tahun yang lalu namun tidak terdapat petunjuk atau bukti kapan orang pertama tiba di kepulauan ini. Sebagian besar penduduknya kini masih menganut kepercayaan animisme dan sisanya penganut Kristen dan Islam. Awalnya penduduk setempat meyakini paham Sabulungan yaitu paham yang mempercayai segala sesuatu mulai dari manusia sampai kera, batu dan cuaca yang mempunyai roh yang terpisah dan berkeliaran semaunya. Upacara tradisional oleh Sikerei atau Shaman biasanya dipentaskan selama pesta pernikahan dan saat memasuki rumah baru dengan tujuan untuk mengusir roh-roh jahat.

Suku Mentawai yang menjadi penghuni asli kepulauan yang indah ini. Apabila diamati ada kemiripan dengan suku Nias atau suku Enggano dengan budaya Proto-Melayu. Suku tersebut dikenal sebagai peramu dan ketika pertama kali dipelajari antropolog mereka belum mengenal cara bercocok tanam.

Suku Mentawai memiliki tradisi khas bertato di sekujur tubuh dimana terkait peran dan status sosial penggunanya. Tato tersebut terbuat dari tebu dan pewarna arang kelapa yang dilukiskan dengan menggunakan paku dan jarum serta dua buah kayu sebagai bantalan dan palu. Proses tato tradisional Mentawai dikenal sangat menyakitkan.


Sumber :
http://indonesia.travel/id/destination/62/kepulauan-mentawai

Minggu, 26 April 2015

Demokrasi di Berbagai Negara dan Demokrasi di Indonesia



Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Pada intinya, yang banyaklah yang menang dan yang banyak dianggap sebagai suatu kebenaran. Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yg sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances.

Ketiga jenis lembaga-lembaga negara tersebut adalah lembaga-lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan untuk mewujudkan dan melaksanakan kewenangan eksekutif, lembaga-lembaga pengadilan yang berwenang menyelenggarakan kekuasaan judikatif dan lembaga-lembaga perwakilan rakyat (DPR, untuk Indonesia) yang memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan legislatif. Di bawah sistem ini, keputusan legislatif dibuat oleh masyarakat atau oleh wakil yang wajib bekerja dan bertindak sesuai aspirasi masyarakat yang diwakilinya (konstituen) dan yang memilihnya melalui proses pemilihan umum legislatif, selain sesuai hukum dan peraturan.
1.      Demokrasi di Berbagai Negara
Demokrasi dalam sejarah peradaban muncul sejak jamam Yunani Kuno di mana rakyat  memandang kediktatoran sebagai bentuk pemerintahan terburuk. Capaian praktis dari pemikiran demokrasi Yunani adalah munculnya “negara kota”.  Dengan Polis adalah bentuk demokrasi pertama. Demokrasi berasal dari taka tain yaitu demos (rakyat) dan kratos (pemerintahan).

Peradaban Yunani menunjukkan bahwa masyarakat Yunani dipecah menjadi kota-negara bagian yang kecil-kecil (tidak lebih dari 10.000 warga).  Setiap orang menyuarakan pendapatnya atas persoalan-persoalan pemerintahan. Istilah demokrasi sendiri pertama kali di kemukakan pada pertengahan abad 5 M di Athena.

Demokrasi di Jepang
Demokrasi di negara jepang sudah ada sejak pemerintahan di zaman meiji. Hal ini di tandai dengan pembukaan kembali hubungan antara jepang dengan orang asing setelah runtuhnya pemerintahan tokugawa. Hal ini juga membawa perubahan besar pada bidang perpolitikan di jepang. Karena kebanyakan orang yang datang ke jepang menganut sistem demokrasi yang membebaskan masyarakatnya mengeluarkan pendapat, sehingga masyarakat jepang juga ingin menerapkan sistem demokrasi di jepang, untuk menjadikan negara yang kuat. Hal ini di dasari karena pada zaman tokugawa yang bisa mengeluarkan pendapat hanya orang-orang yang berkuasa.
Demokrasi jepang yang diraih saat ini berdasarkan proses yang sangat panjang, jepang mengalami berbagi masalah dalam mendirikan demokrasi di negaranya. Sampai saat ini jepang masih menjadi salah stu negara yang mennganut demokrasi, hal ini dibuktikan dengan adanya berbagai partai politik yang ada di Jepang. Walaupun partai yang mendominasi dalam parlemen adalah LDP.
Suasana kehidupan politik Jepang memunyai ciri khas tertentu, yang berbeda dengan negara-neagra demokrasi lainnya. Hal ini tampak pada sistem politik, sistem pemerintahan, dan adanya dominasi LDP dalam kehidupan politik dan pemerintahan Jepang.

2. Demokrasi di Indonesia
 A. Pelaksanaan demokrasi pada masa revolusi ( 1945 - 1950 ).
Tahun 1945 - 1950, Indonesia masih berjuang menghadapi Belanda yang ingin kembali ke Indonesia. Pada saat itu pelaksanaan demokrasi belum berjalan dengan baik. Hal itu disebabkan oleh masih adanya revolusi fisik. Pada awal kemerdekaan masih terdapat sentralisasi kekuasaan hal itu terlihat Pasal 4 Aturan Peralihan UUD 1945 yang berbnyi sebelum MPR, DPR dan DPA dibentuk menurut UUD ini segala kekuasaan dijalankan oleh Presiden denan dibantu oleh KNIP. Untuk menghindari kesan bahwa negara Indonesia adalah negara yang absolut pemerintah mengeluarkan :
- Maklumat Wakil Presiden No. X tanggal 16 Oktober 1945, KNIP berubah menjadi lembaga legislatif.
- Maklumat Pemerintah tanggal 3 Nopember 1945 tentang Pembentukan Partai Politik.
- Maklumat Pemerintah tanggal 14 Nopember 1945 tentang perubahan sistem pemerintahn presidensil menjadi parlementer.

B. Pelaksanaan demokrasi pada masa Orde Lama
A. Masa demokrasi Liberal 1950 - 1959
Masa demokrasi liberal yang parlementer presiden sebagai lambang atau berkedudukan sebagai Kepala Negara bukan sebagai kepala eksekutif. Masa demokrasi ini peranan parlemen, akuntabilitas politik sangat tinggi dan berkembangnya partai-partai politik.
Namun demikian praktik demokrasi pada masa ini dinilai gagal disebabkan :
-  Dominannya partai politik
-  Landasan sosial ekonomi yang masih lemah
-  Tidak mampunya konstituante bersidang untuk mengganti UUDS 1950 atas dasar kegagalan itu maka presiden mengeluarkan Dekrit presiden :
-  Bubarkan konstituante
-  Kembali ke UUD 1945 tidak berlaku UUD S 1950
-  Pembentukan MPRS dan DPAS

B. Masa demokrasi Terpimpin 1959 - 1966
Pengertian demokrasi terpimpin menurut Tap MPRS No. VII/MPRS/1965 adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan yang berintikan musyawarah untuk mufakat secara gotong royong diantara semua kekuatan nasional yang progresif revolusioner dengan berporoskan nasakom dengan ciri:
1. Dominasi Presiden
2. Terbatasnya peran partai politik
3. Berkembangnya pengaruh PKI

C. Pelaksanaan demokrasi Orde Baru 1966 - 1998
Pelaksanaan demokrasi orde baru ditandai dengan keluarnya Surat Perintah 11 Maret 1966, Orde Baru bertekad akan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekwen. Awal Orde baru memberi harapan baru pada rakyat pembangunan disegala bidang melalui Pelita I, II, III, IV, V dan pada masa orde baru berhasil menyelenggarakan Pemilihan Umum tahun 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997.



Sumber :
http://golput.info/demokrasi/sejarah-demokrasi-dunia/59-sejarah-demokrasi-dunia.html https://ssaengi.wordpress.com/2012/06/06/demokrasi-di-berbagai-negara-dan-demokrasi-di-indonesia-4/

Jumat, 27 Maret 2015

INDONESIA-KU


Indonesia termasuk Negeri yang sangat beraneka ragam, mempunyai bangsa yang multikultur, banyak sekali kebudayaan yang tersebar dari ujung barat sampai ujung timur. Walaupun sangat beraneka ragam namun Indonesia mempunyai simbol “BERBEDA-BEDA TETAP SATU JUA” artinya, walaupun berbeda-beda kebudayaan namun tetap satu tujuan.  Kebudayan nasional yang menjadi ciri khas bangsa khususnya sebagai warga yang hidup di Indonesiaa, sebaiknya saat ini kita harus berpikir bahwa kebudayaan Indonesia mulai harus dijaga.

Terdapat 34 provinsi dengan Tarian daerah, pakaian adat, senjata tradisional, suku bangsa, makanan khas daerah, alat musik daerah, rumah adat daerah, upacara adat, adat istiadat, lagu-lagu daerah, hasil pertambangan perikanan pertanian perkebunan daerah yang berbeda-beda dan sangat banyak sekali keanekaragamaaannya. Apakah kalian tahu semua provinsi yang ada di Indonesia? Di Indonesia terdapat 34 provinsi, dimulai dengan :

PULAU SUMATERA
      -          Nanggro Aceh Darussalam, Ibukota Banda Aceh
      -          Sumatera Utara, Ibukota Medan
      -          Sumatera Barat, Ibukota Padang
      -          Sumatera Selatan, Ibukota Palembang
      -          Riau, Ibukota Pekan Baru
      -          Kepulauan Riau, Ibukota Tanjung Pinang
      -          Jambi, Ibukota Jambi
      -          Bangka Belitung, Ibukota Pangkal Pinang
      -          Bengkulu, Ibukota Bengkulu
      -          Lampung, Ibukota Bandar Lampung

PULAU JAWA
      -          DKI Jakarta, Ibukota Jakarta
      -          Jawa Barat, Ibukota Bandung
      -          Banten, Ibukota Serang
      -          Jawa Tengah, Ibukota Semarang
      -          Jawa Timur, Ibukota Surabaya
      -          Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ibukota Yogyakarta

PULAU BALI
      -          Bali, Ibukota Denpasar

PULAU NUSA TENGGARA
     -          Nusa Tenggara Timur (NTT), Ibukota Kupang
     -          Nusa Tenggara Barat (NTB), Ibukota Mataram

PULAU KALIMANTAN
     -          Kalimantan Barat, Ibukota Pontianak
     -          Kalimantan Timur, Ibukota Samarinda
     -          Kalimantan Tengah, Ibukota Palangkaraya
     -          Kalimantan Selatan, Ibukota Banjarmasin
     -          Kalimantan Utara, Ibukota Tanjung Selor

PULAU SULAWESI
     -          Sulawesi Utara, Ibukota Manado
     -          Sulawesi Selatan, Ibukota Makassar
     -          Sulawesi Barat, Ibukota Kota Mamuju
     -          Sulawesi Tengah, Ibukota Palu
     -          Sulawesi Tenggara, Ibukota Kendari
     -          Gorontalo, Ibukota Gorontalo

PULAU MALUKU
     -          Maluku, Ibukota Ambon
     -          Maluku Utara, Ibukota Sofifi

PULAU PAPUA/IRIAN JAYA
    -          Papua Barat, Ibukota Kota Manokwari
    -          Papua, Ibukota Jayapura

Nah, itulah 34 Provinsi yang ada di Indonesia dengan Ibukota masing-masing yang sangat berbeda-beda. Indonesia juga memiliki keanekaragaman seperti :

    a.      Pakaian Adat
Piddie, Karo, Batu Sangkar, Bengkulu, Jambi, Kebaya Jakarta, Jawa, Jogjakarta, Madura, Payas Agung, Sumbawa, Perang, Barito

    b.      Tarian Tradisional
Tari Yapong, Tari Giring-giring, Tari Kecak, Tari Seudati, Tari Tor-Tor, Tari Payung, Tari Piring, Tari Topeng, Tari Merak, Tari Serimpi

    c.       Rumah Adat
Rumah Joglo, rumah Situbondo, rumah Bolon, rumah Gadang, rumah Panggung, rumah Limas, rumah Kebaya, rumah Badui, rumah Musalaki

    d.      Senjata Tradisional
Sundu, Keris, Kujang, Golok, Payan, Badik, Pedang Jenawi, Karih, Piso Surit, Rencong, Pisau Belati

    e.       Makanan Khas
Ketoprak, Pempek-pempek, Soto Betawi, Mie Celor, Kerak Telor, Bagea, Tumis Bunga Pepaya, Ilabulo, Coto Makassar

    f.       Lagu Daerah
Angin Mamiri, Pakarena, Suwe Ora Jamu, Indo Lugo, Si Patokaan, Indung-indung, O-Mama, Ampar Ampar Pisang, Saputangan Bapuncu Ampat

    g.      Bahasa Daerah
Bahasa Jawa, bahasa Bugis, bahasa Betawi, bahasa Sunda, bahasa Melayu, bahasa Banjar, bahasa Dayak, bahasa Alor, bahasa Sumbawa

    h.      Suku Bangsa
Bali, Minangkabau,  Melayu, dan Mentawai, Tanjung Kato, Jawa, Sunda, Betawi, Madura, Suku bangsa Melayu, Aceh, Minang, Padang, Suku Serawai, suku Tulang Bawang, suku Karimun

Itulah yang termasuk keanekaragamaan budaya Indonesia. Oleh sebab itu, kita harus menjaga serta mencintai negara Indonesia bukan hanya mencintai karena keindahan dan berbagai kelebihan yang dimiliki oleh negara ini, tapi juga mencintai karena berbagai kekurangan yang harus dibenahi oleh masyarakat. Kita harus menjaga seluruh kebudayaan Indonesia yang sangat banyak serta berbeda-beda agar tidak dilupakan oleh seluruh masyarakat.