Kamis, 31 Maret 2016

Paragraf Deskripsi


Pengertian Paragraf Deskripsi

Paragraf deskripsi adalah paragraf yang menjelaskan kepada pembaca mengenai suatu hal seperti objek; gagasan; tempat; atau peristiwa melalui perincian dan detail hal tersebut. Penulis menggunakan ilustrasi untuk menjelaskan hal tersebut melalui keadaan, warna, rasa, atau kesan  yang ada pada hal tersebut.

Tujuan Paragraf Deskriptif

Paragraf deskriptif bertujuan untuk menggambarkan suatu objek sehingga pembaca bisa seolah-olah melihat, mendengar, merasakan atau mengalami objek dan peristiwa yang dideskripsikan penulis.

Jenis Paragraf Deskriptif

Secara umum, paragraf deskripsi dibedakan atas tiga macam, yaitu:
-          Paragraf deskripsi spasial adalah paragraf yang melukiskan ruang atau tempat berlangsungnya suatu peristiwa.
-          Paragraf deskripsi objektif adalah paragraf  yang menggambarkan suatu hal atau orang dengan mengungkapkan identitasnya secara apa adanya sehingga pembaca dapat membayangkan keadaannya.
-          Paragraf Deskripsi Subjektif, paragraf ini menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan perasaan penulis.

Ciri-Ciri Paragraf Deskriptif
-          Menggambarkan atau melukiskan sesuatu.
-          Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera.
-          Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri.

Contoh Paragraf Deskripsi

Pemandangan Pantai Mojopahit - Mojokerto sangat mempesona. di sebelah kiri terlihat tebing yang amat sangat tinggi dan di sebelah kanan kita bisa melihat batu karang besar yang seolah-olah siap menjaga gempuran ombak yang datang setiap saat. Banyaknya wisatawan yang selalu mengunjungi Pantai Mojopahit ini membuat pantai ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Di pantai Mojopahit ini keta bisa bermain pasir dan merasakan hembusan segar angin laut. Kita juga bisa naik kuda ataupun angkutan sejenis andong yang bisa membawa kita ke area karang laut yang sungguh sangat indah. Disore hari, kita bisa melihat matahari terbenam yang merupakan momen sangat istimewa melihat matahari yang seolah-olah amsuk ke dalam hamparan air laut.

Paragraf Generalisasi, Analogi, Sebab – Akibat, Akibat – Akibat, dan Akibat – Sebab


1. Generalisasi

Negara Indonesia terkenal dengan banyaknya koruptor yang mencuri uang rakyat. Hampir tiap bulan selalu ada kasus korupsi yang menyedot perhatian masyarakat. Selain ditingkat pejabat banyak sekali terjadi tindakan tidak jujur yang dilakukan rakyat Indonesia berupa tindakan kriminal. Maka dapat disimpulkan orang Indonesia tidaklah jujur.

2. Analogi

Pertumbuhan tindak kejahatan korupsi di Indonesia terus bertumbuh pesat. Baru saja ada yang tertangkap sudah muncul banyak tersangka lain yang terus menghebohkan dunia perpolitikan Indonesia. Sama halnya seperti pepatah mati satu tumbuh seribu. Begitulah juga keadaan tindak korupsi di negara ini yang terus tumbuh pesat dan merugikan banyak orang.

3. Sebab – Akibat

Budi adalah anak yang baik. Ia suka membantu orang tua kapanpun. Kebiasaan menabung, belajar, dan suka menolong sudah ia lakukan sejak masih kecil. Sekarang ia sudah tumbuh menjadi seorang pemuda yang siap menjalani hidup. Akibat kebiasaan lamanya ia sudah siap menghadapi berbagai masalah yang datang silih berganti.

4. Akibat – Akibat

Sekutu melalui rapat di London, menentukan jumlah pampasan perang yang sangat memberatkan bagi negara Jerman sehingga Jerman mengalami kesulitan dalam membayarnya. Pemeritah yang menghadapi hal ini langsung mencetak uang mark sebanyak – banyaknya sehingga terjadi hyper inflasi. Akhirnya, nilai mata uang mark turun, dan uang mark dianggap sama saja dengan kertas.

5. Akibat – Sebab

Desa Nepo mengalami gagal panen. Bagaimana tidak, kemarau tahun ini cukup panjang, di samping itu irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan petani dalam menggarap pertaniannya.







Sumber :
http://tommysyatriadi.blogspot.co.id/2013/05/contoh-paragraf-generalisasi.html
http://tommysyatriadi.blogspot.co.id/2013/05/contoh-paragraf-analogi.html
http://tommysyatriadi.blogspot.co.id/2013/05/contoh-paragraf-sebab-akibat.html
http://rhyaria.blogspot.co.id/2011/03/contoh-dari-kalimat-generalisasi.html

Analisis Berita Online










  1.      Pada berita yang berjudul “Antam Raih Penjualan Bersih Rp 10,55 Triliun” mengandung paragraf deduktif, karena pada paragraf  1 menjelaskan dari umum ke khusus bahwa “TEMPO.CO, Jakarta – Perusahaan tambang milik Pemerintah, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, mencatatkan peningkatan penjualan bersih sebelum diaudit sebesar Rp 10,55 Triliun di 2015.

  2.      Wujud Evidensi
Data :
§  Penjualan tersebut naik 12 persen dibandingkan pencapaian pada 2014 lalu.
§  Komoditas tersebut menyumbang pendapatan Rp 7,31 Triliun.
§  69 persen dari total penjualan bersih.
§  Meski industri pertambangan global mengalami volatilitas, komoditas ini menyumbang Rp 2,74 triliun atau 26 persen dari total penjualan bersih.
§  Antam mencatatkan volume produksi sebesar 4.372 Tni dibandingkan periode yang sama tahun lalu 5.141 Tni.
§  Volume penjualan dikuartal empat tercatat sebesar 5.255 Tni dibandingkan penjualan di periode yang sama tahun lalu sebesar 6.923 Tni.
§  Antam membukukan penjualan bersih feronikel sebesar Rp 601,29 miliar di kuartal empat 2015.
§  Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan pada 2014 lalu yang mencatatkan Rp 1,37 triliun.
§  Pendapatan di kuartal akhir 2015,  perusahaan pelat merah memperoleh pendapatan sebelum diaudit mencapai Rp 1,51 triliun.
§  Di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,61 triliun.
Informasi :
§   Direktur Utama Antam Tedy Badjruman mengatakan peningkatan ini karena naiknya penjualan emas.
§   Selain emas, feronikel menjadi penyumbang terbesar kedua pendapatan perseroan.
  3.      Kesimpulan Inferensi / Implikasi
 Pada berita ini mengandung kesimpulan yang Implikasi, karena penulis melibatkan dirinya secara langsung dengan mewawancarai Teddy Badjruman dalam keterbukaan di Bursa Efek Indonesia, Jumat, 29 Januari 2015.
  4.      Menguji data
§  Cara menguji data : 
    a. Kesaksian
Pada berita koran yang berjudul “Antam Raih Penjualan Bersih Rp 10,55 Triliun” berdasarkan pendapat dari Direktur Utama Antam Tedy Badjruman dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Jumat (29/01) yang terdapat pada paragraf 2 mengatakan peningkatan ini karena naiknya penjualan emas. Komoditas tersebut menyumbang pendapatan Rp 7,31 triliun. “69 persen dari total penjualan
bersih,”ujar Tedy dan paragraf 4 “Volume penjualan di kuartal empat tercatat sebesar 5.255 Tni dibandingkan penjualan di periode yang sama tahun lalu sebesar 6.923 Tni.”kata Tedy.

    b.  Autoritas
§  Direktur Utama PT Antam (paragraf 2)

    c.   Observasi
Cara menguji data, penulis menggunakan teknik wawancara untuk mengumpulkan Informasi, sehingga penulis melakukan wawancara dengan :
§  Direktur Utama PT ANTAM




Sumber : www.TEMPO.CO.id

Jumat, 18 Maret 2016

Analisis Berita Koran




  1. Pada berita yang berjudul “Skema Upah Buruh Diubah” mengandung paragraf deduktif, karena pada paragraf  1 menjelaskan dari umum ke khusus bahwa “JAKARTA – Pemerintah mengumumkan paket kebijakan IV di Kantor Presiden, Kamis (15/10). Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Darmin Nasution mengatakan, salah satu kebijakan yang ditetapkan pemerintah adalah skema baru pengupahan buruh.

   2.      Wujud Evidensi
                 Data 
 §  Berarti kalau inflasi 5 persen dan pertumbuhan ekonomi 5 persen, tahun depan di daerah itu UMP ditambah 10 persen.
 § Dengan demikian, kalau ada daerah yang UMP-nya masih 20 persen dibawah KHL, kekurangan itu akan   dicicil selama empat tahun.
 § Ini berarti, Rp 2,7 juta ditambah Rp 2,7 juta dikali 10 persen hasilnya Rp 2,7 juta ditambah Rp 270 ribu yakni Rp 2.970 ribu.
 §  Setidaknya, 2 juta buruh diperkirakan akan mogok, termasuk pekerja pelabuhan dan pekerja jalan tol.
 §  Pemerintah pun menurunkan bungaKUR dari 22 persen menjadi 12 persen.
 §  Kebijakan lainnya, pemerintah memberikan pinjaman dengan bunga rendah kepada 30 perusahaan eksportir beserta perusahaan pendukung ekspor.
 §  Industri alat berat PHK 4.000 pekerja.
             
           Informasi
§ Darmin memastikan, skema ini tak akan merugikan buruh karena mereka tetap akan menikmati kenaikan gaji setiap tahun.
§   Pada prinsipnya, upah minimum provinsi (UMP) dalam tahun berjalan akan menjadi dasar perhitungan untuk UMP pada tahun berikutnya dengan ditambah angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

  3. Kesimpulan Inferensi / Implikasi
     Pada berita ini mengandung kesimpulan yang Inferensi, karena pembaca tidak langsung terlibat dalam berita tersebut, karena sudah dijelaskan bahwa penulis menguntip hasil wawancara.

   4. Menguji data
     §  Cara menguji data :
              a.       Kesaksian
Pada berita koran yang berjudul “Skema Upah Buruh Diubah” berdasarkan pendapat dari Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Darmin Nasution di Kantor Presiden, Kamis (15/10) yang terdapat pada paragraf 1, yaitu mengatakan salah satu kebijakan yang ditetapkan pemerintah adalah skema baru pengupahan buruh dan pada paragraf 2, yaitu Darmin memastikan skema ini tak akan merugikan buruh karena mereka tetap akan menikmati kenaikan gaji setiap tahun hanya saja, melalui skema ini, pemerintah memberikan kepastian soal berapa kenaikan yang akan diterima pekerja dan dibayarkan perusahaan.

              b.      Autoritas
§  Menteri Koordinator Bidang Ekonomi (paragraf 1)
§  Menteri Tenaga Kerja (paragraf 8)
§  Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) (paragraf 11)

              c.       Observasi
Cara menguji data, penulis menggunakan teknik wawancara untuk mengumpulkan Informasi, sehingga penulis melakukan wawancara dengan :
§  Menteri Koordinator Bidang Ekonomi
§  Menteri Tenaga Kerja
§  Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)