1.
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Tanggung jawab
Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu
konsep bahwa organisasi, khususnya perusahaan adalah memiliki suatu tanggung
jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan
dalam segala aspek operasional perusahaan. CSR berhubungan erat dengan
"pembangunan berkelanjutan", di mana ada argumentasi bahwa suatu
perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak
semata berdasarkan faktor keuangan, misalnya keuntungan atau deviden melainkan
juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun
untuk jangka panjang.
Sebagai suatu perusahaan terbesar, BCA aktif melaksanakan
program tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility – CSR) di
Indonesia. Di bawah naungan program “Bakti BCA”, BCA memberikan pendanaan dan
menyediakan bantuan logistik melalui berbagai program CSR untuk sektor
pendidikan, edukasi perbankan, pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM),
kesehatan, pelestarian lingkungan, dan bantuan penanggulangan bencana alam.
• Pendidikan
• UKM
• Kesehatan Masyarakat
• Lingkungan
• Bencana Alam
Berdasarkan latar belakang yang sudah dijelaskan di atas
maka saya akan menjelaskan mengenai CSR yang di terapkan oleh PT. Bank BCA di Indonesia.
2.
Teori
2.1
Pengertian CSR
Salah satu kegiatan Humas yang dilakukan untuk menjalin
komunikasi yang baik antara perusahaan dengan publiknya salah satunya yaitu
dengan menjalankan suatu program. Program yang dijalankan bisa berupa kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR). Sebuah
definisi yang luas oleh World Business Council for Sustainable Development
(WBCSD) yaitu suatu asosiasi global yang terdiri dari sekitar 200 perusahaan
yang secara khusus bergerak di bidang "pembangunan berkelanjutan"
(sustainable development) yang menyatakan bahwa:
" CSR merupakan
suatu komitmen berkelanjutan oleh dunia usaha untuk bertindak etis dan
memberikan kontribusi kepada pengembangan ekonomi dari komunitas setempat atau
pun masyarakat luas, bersamaan dengan peningkatan taraf hidup pekerjanya
beserta seluruh keluarganya ”. Kegiatan CSR merupakan suatu bentuk tanggung jawab sosial
perusahaan terhadap komunitas dan lingkungannya. Hal ini yang menjadi perhatian
terbesar dari peran perusahaan dalam masyarakat yang telah ditingkatkan yaitu
dengan peningkatan kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan dan masalah
etika. Masalah seperti perusakan lingkungan, perlakuan tidak layak terhadap
karyawan, dan cacat produksi yang mengakibatkan ketidaknyamanan ataupun bahaya
bagi konsumen adalah menjadi berita utama surat kabar. Peraturan pemerintah
pada beberapa negara mengenai lingkungan hidup dan permasalahan sosial semakin
tegas, sehingga standar dan hukum seringkali dibuat agar perusahaan dapat
membatasi limbah dan melindungi lingkungan sekitar. Beberapa investor dan
perusahaam manajemen investasi telah mulai memperhatikan kebijakan CSR dari
Surat perusahaan dalam membuat keputusan investasi mereka, sebuah praktek yang
dikenal sebagai "Investasi bertanggung jawab sosial" (socially
responsible investing).
Banyak pendukung CSR yang memisahkan CSR dari sumbangan
sosial dan "perbuatan baik" (atau kedermawanan seperti misalnya yang
dilakukan oleh Habitat for Humanity atau Ronald McDonald House), namun
sesungguhnya sumbangan sosial merupakan bagian kecil saja dari CSR. Perusahaan
di masa lampau seringkali mengeluarkan uang untuk proyek-proyek komunitas,
pemberian beasiswa dan pendirian yayasan sosial. Mereka juga seringkali
menganjurkan dan mendorong para pekerjanya untuk sukarelawan (volunteer) dalam
mengambil bagian pada proyek komunitas sehingga menciptakan suatu itikad baik
di mata komunitas tersebut yang secara langsung akan meningkatkan reputasi
perusahaan serta memperkuat merek perusahaan. Dengan diterimanya konsep CSR,
terutama triple bottom line, perusahaan mendapatkan kerangka baru dalam
menempatkan berbagai kegiatan sosial di atas. Kepedulian kepada masyarakat
sekitar/relasi komunitas dapat diartikan sangat luas, namun secara singkat
dapat dimengerti sebagai peningkatan partisipasi dan posisi organisasi di dalam
sebuah komunitas melalui berbagai upaya kemaslahatan bersama bagi organisasi
dan komunitas. CSR bukanlah sekedar kegiatan amal, di mana CSR mengharuskan
suatu perusahaan dalam pengambilan keputusannya agar dengan sungguh-sungguh
memperhitungkan akibat terhadap seluruh pemangku kepentingan (stakeholder)
perusahaan, termasuk lingkungan hidup.
Penerapan program CSR merupakan salah
satu bentuk implementasi dari konsep tata kelola perusahaan yang baik (Good
Coporate Governance). Diperlukan tata kelola perusahaan yang
baik (Good Corporate Governance) agar perilaku pelaku bisnis
mempunyai arahan yang bisa dirujuk dengan mengatur hubungan seluruh kepentingan
pemangku kepentingan (stakeholders) yang dapat dipenuhi secara
proporsional, mencegah kesalahan-kesalahan signifikan dalam strategi korporasi
dan memastikan kesalahan-kesalahan yang terjadi dapat diperbaiki dengan segera.
Program CSR sudah mulai bermunculan di
Indonesia seiring telah disahkannya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang
Perseroan Terbatas dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman
Modal, adapun isi Undang-Undang tersebut
yang berkaitan dengan CSR, yaitu:
Pada pasal 74 di Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007, berbunyi:
1) Perseroan yang menjalankan
kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib
melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.
2) Tanggung Jawab Sosial dan
Lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kewajiban Perseroan
yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya Perseroan yang pelaksanaannya
dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran.
3) Perseroan yang tidak
melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai sanksi sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
4) Ketentuan lebih lanjut mengenai
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan diatur dengan Peraturan Pemerintah.
2.2 FUNGSI ATAU PERAN
STRATEGIS CSR
Dengan pemahaman tersebut, maka pada
dasarnya CSR memiliki fungsi atau peran strategis bagi perusahaan, yaitu
sebagai bagian dari manajemen risiko khususnya dalam membentuk katup pengaman
sosial (social security). Selain itu melalui CSR perusahaan juga dapat membangun reputasinya, seperti meningkatkan citra
perusahaan maupun pemegang sahamnya, posisi merek perusahaan, maupun bidang
usaha perusahaan.
2.3 MANFAAT CSR
Manfaat CSR bagi masyarakat : CSR akan lebih berdampak positif bagi
masyarakat, ini akan sangat tergantung dari orientasi dan kapasitas
lembaga dan organisasi lain, terutama pemerintah. Studi Bank Dunia (Howard Fox,
2002) menunjukkan, peran pemerintah yang terkait dengan CSR meliputi
pengembangan kebijakan yang menyehatkan pasar, keikutsertaan sumber daya,
dukungan politik bagi pelaku CSR, menciptakan insentif dan peningkatan
kemampuan organisasi. Untuk Indonesia, bisa dibayangkan, pelaksanaan CSR
membutuhkan dukungan pemerintah daerah, kepastian hukum, dan jaminan ketertiban
sosial. Pemerintah dapat mengambil peran penting tanpa harus melakukan regulasi
di tengah situasi hukum dan politik saat ini. Di tengah persoalan kemiskinan
dan keterbelakangan yang dialami Indonesia, pemerintah harus berperan sebagai
koordinator penanganan krisis melalui CSR (Corporate Social Responsibilty).
Pemerintah bisa menetapkan bidang-bidang penanganan yang menjadi fokus, dengan
masukan pihak yang kompeten. Setelah itu, pemerintah memfasilitasi, mendukung,
dan memberi penghargaan pada kalangan bisnis yang mau terlibat dalam upaya
besar ini. Pemerintah juga dapat mengawasi proses interaksi antara pelaku
bisnis dan kelompok-kelompok lain agar terjadi proses interaksi yang lebih adil
dan menghindarkan proses manipulasi atau pengancaman satu pihak terhadap yang
lain. Intinya manfaat CSR bagi masyarakat yaitu dapat
mengembangkan diri dan usahanya sehingga sasaran untuk mencapai kesejahteraan
tercapai.
Manfaat CSR bagi perusahaan :
1. Layak mendapatkan
sosial license to operate
Masyarakat sekitar adalah komunis utama perusahaan. Ketika mereka
mendapatkan keuntungan dari perusahaan, maka dengan sendirinya mereka akan
merasa memiliki perusahaan. Sehingga imbalan yang diberikan kepada perusahaan
adalah keleluasaan untuk menjalankan roda bisnisnya di kawasan tersebut.
2. Mereduksi Resiko
Bisnis Perusahaan
Mengelola resiko di tengah kompleksnya permasalahan perusahaan merupakan
hal yang esensial untuk suksesnya usaha. Oleh karena itu, pelaksanaan CSR
sebagai langkah preventif untuk mencegah memburuknya hubungan dengan
stakeholders yang perlu mendapat perhatian.
3. Melebarkan Akses
Sumber Daya
Track records yang baik dalam pengelolaan CSR merupakan keunggulan bersaing
bagi perusahaan yang dapat membantu memuluskan jalan menuju sumber daya yang
diperlukan perusahaan.
4. Membentangkan Akses
Menuju Market
Investasi yang ditanamkan untuk program CSR ini dapat menjadi tiket bagi
perusahaan menuju peluang yang lebih besar yang termasuk memupuk loyalitas
konsumen dan menembus pangsa pasar baru.
5. Mereduksi Biaya
Banyak contoh penghematan biaya yang dilakukan dengan melakukan CSR.
6. Meningkatkan
semangat dan peluang karyawan
Image perusahaan yang baik di mata stakeholders dan kontribusi positif yang
diberikan perusahaan kepada masyarakat serta lingkungan, akan menimbulkan
kebanggaan tersendiri bagi karyawan yang bekerja dalam perusahaan sehingga
meningkatkan motivasi kerja.
Dalam hal ini perlu
ditegaskan bahwa CSR berbeda dengan charity atau sumbangan sosial. CSR harus
dijalankan di atas suatu program dengan memerhatikan kebutuhan dan
keberlanjutan program dalam jangka panjang. Sementara sumbangan sosial lebih
bersifat sesaat dan berdampak sementara. Semangat CSR diharapkan dapat mampu
membantu menciptakan keseimbangan antara
perusahaan, masyarakat dan lingkungan. Pada dasarnya tanggung jawab sosial perusahaan ini diharapkan dapat kembali menjadi
budaya bagi bangsa Indonesia khususnya, dan masyarakat dunia dalam kebersamaan
mengatasi masalah sosial dan lingkungan. Keputusan manajemen perusahaan untuk
melaksanakan program-program CSR secara berkelanjutan, pada dasarnya merupakan
keputusan yang rasional. Sebab implementasi program-program CSR akan
menimbulkan efek lingkaran emas yang akan dinikmati oleh perusahaan dan seluruh
stakeholder-nya. Melalui CSR, kesejahteraan dan kehidupan sosial ekonomi
masyarakat lokal maupun masyarakat luas akan lebih terjamin. Kondisi ini pada
gilirannya akan menjamin kelancaran seluruh proses atau aktivitas produksi perusahaan
serta pemasaran hasil-hasil produksi perusahaan. Sedangkan terjaganya
kelestarian lingkungan dan alam selain menjamin kelancaran proses produksi juga
menjamin ketersediaan pasokan bahan baku produksi yang diambil dari alam.
Bila CSR benar-benar dijalankan secara
efektif maka dapat memperkuat atau meningkatkan akumulasi modal sosial dalam
rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Modal sosial, termasuk
elemen-elemennya seperti kepercayaan, kohesifitas, altruisme, gotong royong,
jaringan dan kolaborasi sosial memiliki pengaruh yang besar terhadap
pertumbuhan ekonomi. Melalui beragam mekanismenya, modal sosial dapat
meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap kepentingan publik, meluasnya
partisipasi dalam proses demokrasi, menguatnya keserasian masyarakat dan
menurunnya tingkat kekerasan dan kejahatan. Tanggung jawab perusahaan terhadap
kepentingan publik dapat diwujudkan melalui pelaksanaan program-program CSR
yang berkelanjutan dan menyentuh langsung aspek-aspek kehidupan masyarakat.
Dengan demikian realisasi program-program CSR merupakan sumbangan perusahaan
secara tidak langsung terhadap penguatan modal sosial secara keseluruhan.
Berbeda halnya dengan modal finansial yang dapat dihitung nilainya kuantitatif,
maka modal sosial tidak dapat dihitung nilainya
secara pasti. Namun demikian, dapat ditegaskan bahwa pengeluaran biaya untuk
program-program CSR merupakan investasi perusahaan untuk memupuk modal sosial.
3.
PT. BANK CENTRAL ASIA (BCA)
PT.
Bank Central Asia,Tbk., merupakan salah satu
institusi finansial yang memiliki reputasi cukup baik ditengah
masyarakat. Prestasi tersebut tidak serta merta mudah didapatkan, beberapa
langkah telah dilakukan yaitu melalui
kerja keras karyawan, kebijakan manajemen, pengelolaan perusahaan yang baik, memberikan
komitmen dan peraturan kepada regulasi, berhasil membawa BCA menjadi sebagai
Bank yang memiliki prestasi dan reputasi yang membanggakan. Tahun ke tahun BCA
terus dikenal sebagai Bank yang memiliki banyak keunggulan dan nilai bagus,
terbukti dari banyaknya penghargaan yang telah diperoleh dari berbagai pihak,
antara lain prestasi berupa penghargaan Program & People of the Year 2012,
Indonesia Best Brand Award Best Brand Platinum 2012, dan saat ini BCA meraih
penghargaan dalam ajang Warta Ekonomi - Indonesia Most Admired Companies 2013
yang berarti BCA merupakan salah satu perusahaan yang paling diidamkan di tahun
ini serta masih banyak lagi bentuk
penghargaan lainnya. Reputasi yang telah diperoleh PT Bank Central Asia, Tbk., tidak
lepas dari dukungan manajemen termasuk seorang praktisi humas di dalamnya. PT
Bank Central Asia, Tbk., memiliki humas
yang berada di bawah naungan Corporate Secretary
yang membantu perusahaan untuk menjalankan fungsi Public Relationsnya yaitu
menjadi penghubung antara perusahaan dengan publik internal dan eksternal nya.
Program
kepedulian sosial BCA dilaksanakan dengan nama Bakti BCA. Berdasarkan data
Laporan Keuangan pada tahun 2012 BCA telah mengeluarkan dana yang tidak sedikit
untuk membiayai beberapa program CSR BCA senilai 29.853 miliar rupiah. Dana
tersebut telah digunakan untuk beberapa program Implementasi Bakti BCA antara
lain Solusi Cerdas BCA, Solusi Sinergi BCA, serta Solusi Bisnis Unggul BCA.
4.
ANALISIS CSR PT. BANK CENTRAL ASIA (BCA)
Program-program CSR
tersebut dituangkan dalam program Bakti BCA yang dilakukan secara
berkesinambungan, yang tertuang dalam 3 (tiga) pilar berikut:
1. Solusi Cerdas BCA
merupakan program Bakti BCA yang berkaitan dengan bidang pendidikan. Beragam
program dikembangkan BCA sebagai implementasi peran aktif BCA dalam mendukung
pengembangan pendidikan generasi muda Indonesia, sebagai penerus pembangunan
bangsa. BCA meyakini bahwa kualitas manusia sangat menentukan keberhasilan
pembangunan suatu negara karena dengan penduduk yang berkualitas berbagai
potensi ekonomi dan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia dapat diolah dan
dikelola dengan baik. Untuk itulah, melalui pilar Solusi Cerdas BCA, BCA
mendukung upaya meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia
Indonesia, khususnya generasi muda dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi
Asean (MEA) mendatang.
Program Solusi Cerdas
BCA yang dikembangkan secara berkesinambungan, antara lain:
a.
Program Pendidikan Akuntansi (PPA) Non-Gelar
Program
Pendidikan Akuntansi (PPA) Non-Gelar merupakan salah satu program CSR BCA dalam
dunia pendidikan. Diluncurkan tahun 1996, program ini bertujuan untuk
memberikan pendidikan non¬gelar tanpa dipungut biaya bagi lulusan SMA atau
sederajat yang memiliki prestasi akademik baik namun memiliki kendala keuangan
sehingga tidak dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Program
pendidikan ini tidak hanya dirancang untuk memberi peserta didik pengetahuan
mengenai akuntansi dan penerapannya dalam dunia perbankan, namun juga diarahkan
untuk membentuk mereka menjadi calon pekerja dengan karakter yang berkualitas.
Itu sebabnya, selama mengikuti PPA non gelar, peserta juga mendapat pembekalan
soft skill, seperti kepemimpinan, teamwork, pembentukan karakter, grooming,
financial planning. Bahkan para staf yang mengelola PPA harus menyediakan waktu
untuk menggali lebih dalam sehingga dapat lebih mengenali kepribadian
masing-masing peserta didik dan dapat mendorong mereka untuk mengeluarkan potensi
terbaik yang ada di dalam diri mereka. PPA non gelar juga memfasilitasi
pengembangan minat siswa dalam bidang olahraga dan seni.
Program
PPA didukung oleh staf pengajar berkualitas yang terdiri dari profesional dan
dosen berpengalaman dari universitas terkemuka di Indonesia. PPA berlangsung
selama 30 bulan dan menggunakan sistem gugur dengan standar kelulusan yang
ketat. Selain pembelajaran di kelas, siswa juga mengikuti program on the job
training di lingkungan BCA. Dengan demikian, mereka yang berhasil menyelesaikan
studi ini benar-benar merupakan calon karyawan yang berkualitas tinggi, baik
dari sisi akademis maupun karakter. Selama pendidikan, pesertatidakdipungut
biaya sama sekali, bahkan mendapatkan uang saku dan fasilitas berupa buku-buku
pelajaran serta pemeriksaan kesehatan sesuai kebijakan perusahaan. Peserta juga
diberikan kesempatan untuk bekerja di BCA, namun tidak memiliki kewajiban untuk
bekerja di BCA selepas menyelesaikan program PPA. Selain itu, lulusan PPA juga
dapat melanjutkan studi di beberapa lembaga pendidikan tinggi untuk mendapatkan
gelar Sarjana Akuntansi. Namun demikian, BCA terbuka apabila alumni PPA
non-Gelar berminat untuk melamar sebagai karyawan BCA. Bagi alumni yang
berhasil lulus tes seleksi karyawan, akan disetarakan dengan lulusan S1.
BCA
aktif mensosialisasikan program PPA non¬gelar melalui berbagai sarana, seperti
website www.bca.co.id. Pada akhir tahun 2014, jumlah peserta program PPA
tercatat sebanyak 384 orang, yang terdiri dari 9 kelas (Batch 28-36). Sebanyak
83 peserta berhasil menyelesaikan program ini dan 82 di antaranya memilih untuk
bergabung dengan BCA sebagai karyawan permanen pada tahun 2014.
b.
Program Pendidikan Teknologi Informasi (PPTI) Non-Gelar
Pesatnya
perkembangan Teknologi Informasi dan meningkatnya peran Teknologi Informasi
dalam industri perbankan modern telah mendorong peningkatan kebutuhan SDM di
bidang TI, tidak hanya dalam hal kuantitas, namun juga dalam hal kualitas. Untuk
dapat mengimbangi peningkatan kebutuhan SDM dan perkembangan Teknologi
Informasi dalam industri perbankan, mulai tahun 2013 BCA membuka Program
Pendidikan Teknologi Informasi BCA (PPTI BCA) Non-Gelar. Program ini adalah
program pendidikan setara S1 non gelar yang tidak dipungut biaya dan ditujukan
bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
yang ingin melanjutkan pendidikan atau mengembangkan kemampuan dalam bidang
teknologi informasi.
Pendidikan
diberikan oleh para praktisi dan pengajar dari sejumlah universitas terkemuka
di Indonesia selama 30 bulan. Selain kegiatan di dalam kelas, peserta juga
berkesempatan melakukan magang di unit kerja Kantor Pusat BCA. Materi yang
diberikan dalam PPTI BCA Non-Gelar ini secara umum sama dengan materi di S1
Teknologi Informasi pada umumnya, namun diperkaya dengan beberapa materi
pengembangan diri. Peserta diberikan uang saku dan fasilitas berupa buku-buku
pelajaran serta pemeriksaan kesehatan sesuai kebijakan perusahaan. Setelah
peserta program berhasil menempuh pendidikan selama 30 bulan mereka akan
mendapatkan penawaran untuk bekerja di BCA, bila perusahaan membutuhkan. Untuk
menjamin kualitas para lulusan, program ini juga menerapkan sistem gugur dengan
standar kelulusan yang tinggi. Peserta dengan IPK kurang dari 2,75 akan
dinyatakan gugur dan tidak dapat melanjutkan program pendidikan. Program ini
pertama kali berjalan di tahun 2013 dengan jumlah peserta sebanyak 59 orang,
yang terdiri dari 2 kelas (Batch 1-2).
c.
Program Magang Bakti BCA
Program
mulai dikembangkan pada Oktober 2002. Magang Bakti BCA ditujukan bagi lulusan
SMA hingga S1 yang ingin bekerja dalam industri perbankan. Peserta program ini
akan mengikuti proses pelatihan dan permagangan selama satu tahun tanpa ikatan
dinas, di mana mereka akan dibekali dengan pengalaman magang di bidang
operasional perbankan dan ilmu lainnya yang menunjang. Peserta akan dibimbing
oleh karyawan senior BCA di mana mereka ditempatkan. Program Magang Bakti BCA
memberi kesempatan peserta magang untuk mendapatkan pengalaman operasional
sebagai CSO (Customer Service Officer) atau sebagai teller. Peserta magang akan
menjalani serangkaian program pelatihan, antara lain menghitung dan menyortir
uang secara aman, pengetahuan tentang produk BCA, cara mengidentifikasi
keaslian Rupiah, keterampilan sebagai teller/customer service officer (CSO),
simulasi mini-banking dan kerahasiaan bank, dan lain sebagainya. Selain
keterampilan dan pengetahuan, peserta magang juga akan dibekali dengan soft
skill, seperti motivasi dan perawatan diri. Setelah menyelesaikan program ini,
peserta magang dengan kinerja terbaik akan mendapatkan beasiswa untuk
melanjutkan pendidikan.
Dengan
meluncurkan program ini, BCA ingin berkontribusi pada pengembangan sumber daya
manusia, khususnya di industri perbankan dan lembaga keuangan. Animo masyarakat
terhadap program Magang Bakti BCA relatif baik, tercatat pada 2014, sebanyak
21.523 orang mengajukan lamaran Program Magang Bakti BCA, dan 3.429 orang yang
berhasil lolos seleksi untuk bergabung dalam program tersebut menjadi CSO dan
teller.
d.
Bakti BCA Terintegrasi
Program
Bakti BCA Terintegrasi merupakan program CSR BCA yang ditujukan untuk membantu
pengembangan infrastruktur pendidikan untuk sekolah dasar, menengah dan atas.
Program ini ditujukan untuk sekolah dari tingkat dasar hingga menengah atas,
yang memiliki potensi untuk berkembang namun berada di lingkungan masyarakat
dengan kondisi ekonomi relatif terbatas.
Bentuk
bantuan yang diberikan dalam program ini, antara lain berupa bantuan buku
perpustakaan, pengembangan laboratorium komputer, renovasi ruang belajar,
pelatihan guru dan lain sebagainya. Hingga saat ini BCA telah memberikan
bantuan kepada 17 sekolah dari mulai Sekolah Dasar hingga SMA di Gunung Kidul,
Yogyakarta; Pringsewu, Lampung dan Taktakan Serang, Banten. Program Bakti BCA
Terintegrasi ini dilaksanakan untuk pertama kali pada 2000 di 3 kecamatan,
yakni Ponjong, Semanu, Karangmojo, di daerah Gunung Kidul, Wonosari,
Yogyakarta. Selanjutnya, pada tahun 2003, Bakti BCA Terintegrasi dikembangkan
di Gadingrejo, Pringsewu, Lampung, dan pada 2007 dikembangkan di Taktakan,
Serang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan
di daerah yang dimaksud.
BCA
bekerja sama dengan pakar Creative & Innovative Learning dan BCA Learning
Service, menyelenggarakan pelatihan dengan materi “Creative & Innovative
Learning” bagi Kepala Sekolah dan guru. Pelatihan ini diikuti oleh 45 orang
guru, dari 9 Sekolah Dasar Binaan BCA. BCA juga memberikan berbagai bantuan
lain, seperti komputer, infocus, screenport, dan AC yang diserahkan secara
simbolis oleh pimpinan BCA setempat kepada SDN 3 Semanu, SDN 2 Ponjong di
Yogyakarta, SDN 7 Pringsewu Lampung serta SDN 1 dan SDN 2 Taktakan di Serang,
pada Desember 2014. Sebagai bentuk dukungan untuk program literasi keuangan,
serta untuk lebih mendekatkan perbankan kepada generasi muda, BCA juga aktif
mensosialisasikan pengenalan perbankan kepada murid-murid sekolah. Program ini
dikemas secara interaktif sesuai dengan usia anak-anak. Salah satu kegiatan
yang dilakukan yaitu dengan mengundang 1.458 murid dan guru SD di Jakarta ke
KidZania, Jakarta, di mana anak-anak dapat mengenal fungsi dan layanan
perbankan sambil bermain peran.
e.
Beasiswa Bakti BCA
Sejak
tahun 1999, BCA menjalankan program Beasiswa Bakti BCA. Program ini ditujukan
bagi mahasiswa Strata Satu (S1) yang berprestasi namun memiliki kendala
finansial. Diharapkan program tersebut dapat meningkatkan motivasi belajar dan
membantu mereka menyelesaikan pendidikan. Beasiswa Bakti BCA meliputi uang
kuliah (SPP) dan/ atau bantuan uang saku. Dalam pelaksanaannya, BCA bekerja
sama dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, seperti UI, ITB,
Unpad, IPB, Undip, UGM, Unbraw, ITS, Unair, Udayana, USU, dan lain-lain. BCA
juga menjalin kerja sama dengan beberapa yayasan, seperti Yayasan Paramadina,
Yayasan Perbanas, Yayasan Karya Salemba Empat, dan STEKPI dalam memberikan
beasiswa pendidikan untuk mahasiswa berprestasi.
Pada
2014, BCA melanjutkan pemberian beasiswa kepada 486 penerima Beasiswa periode
tahun ajaran 2013 -2014, dan 475 mahasiswa untuk periode tahun ajaran
2014-2015. Dalam pemberian beasiswa ini, BCA bekerja sama dengan 16 perguruan
tinggi negeri terkemuka di Indonesia. Untuk memperluas cakupan pemberian
beasiswa, BCA meningkatkan jumlah dana yang dialokasikan untuk program Beasiswa
Bakti BCA, yaitu dari Rp3,8 miliar pada tahun ajaran 2013-2014 menjadi Rp4,1
miliar pada tahun ajaran 2014-2015. Beasiswa tersebut secara simbolis
diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah atau Kepala Kantor Cabang BCA setempat
kepada perwakilan universitas penerima beasiswa.
Sebagai
ilustrasi, beberapa penyerahan simbolis selama bulan September, antara lain:
Kakanwil VIII kepada Direktur Kemahasiswaan UI, Depok; KPOW II Kepada Pembantu
Rektor III Universitas Diponegoro, Semarang; KOC BCA KCU Bogor kepada Wakil
Rektor Bidang Akademik & Kemahasiswaan IPB, Bogor. Beberapa penyerahan
simbolis pada Oktober 2014, antara lain: penyerahan simbolis oleh Kakanwil III
BCA kepada Direktur Kemahasiswaan Universitas Airlangga dan ketua LPPM ITS,
Kakanwil VII BCA kepada Staf Ahli PR 3 Universitas Brawijaya, Malang; Kakanwil
IV kepada Pembantu Rektor III Universitas Udayana, Bali; Kakanwil II BCA kepada
Direktur Kemahasiswaan UGM; Kakanwil I BCA kepada Direktur Bidang Kemahasiswaan
ITB, serta Sekretariat Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan & Hubungan Alumni
Universitas Padjadjaran, Bandung; Pimpinan KCU BCA Manado kepada Rektor
Universitas Sam Ratulangi, Manado;
Pimpinan
KCU BCA Makassar kepada Rektor Universitas Hasanuddin, Makassar; Pimpinan KCU
BCA Palembang kepada Rektor Universitas Sriwijaya; Kakanwil V BCA kepada
Pembantu Rektor III Universitas Sumatera Utara. Dalam rangka memperluas wawasan
penerima beasiswa, BCA mengembangkan beberapa program lain. BCA memfasilitasi
program pengembangan soft skill di beberapa universitas. Pada April 2014, BCA
menyelenggarakan seminar “Teknik Presentasi & Komunikasi yang Efektif” dan
pada September 2014, BCA menyelenggarakan seminar kepemimpinan bertajuk Leading
Through Action di ITB, yang diikuti oleh hampir 200 mahasiswa. Di Semarang,
kegiatan serupa diselenggarakan di Undip, Semarang (September 2014). Pada Mei
2014, BCA menyelenggarakan seminar di Student Center Kampus C, Universitas
Airlangga, bertajuk “Persiapan Menghadapi Dunia Kerja, Teknik Presentasi &
Komunikasi yang Efektif”. Seminar diikuti oleh mahasiswa dan penerima beasiswa
dari ITS dan Airlangga, Surabaya, serta Universitas Brawijaya Malang. Pada
bulan November 2014 yang lalu, BCA memberikan kesempatan kepada kurang lebih
100 penerima beasiswa dan pendamping dari ITB, IPB, UI dan Unpad untuk dapat
lebih mengenal seni pentas teater, dengan menyaksikan secara langsung persiapan
dan pementasan Teater Koma, di Jakarta.
Beasiswa
Bakti BCA - Lembaga lain: dalam rangka mendukung upaya peningkatkan kualitas
pengajar atau dosen dalam bidang sosial, BCA kembali memberikan beasiswa
tingkat master dan doctoral yang dikembangkan Yayasan Beasiswa dan Dukungan
Penelitian Indonesia (Indonesian Scholarship and Research Support Foundation/
ISRSF). Penerima beasiswa berkesempatan belajar di salah satu perguruan tinggi
di Amerika Serikat. Diharapkan program tersebut dapat mendorong perkembangan
ilmu pengetahuan di Indonesia, serta kemajuan dunia pendidikan Indonesia.
Sebagai
kesinambungan program sebelumnya, bekerja sama dengan Universitas Paramadina
dan STIE Perbanas, BCA kembali memberikan beasiswa kepada beberapa mahasiswa di
kedua lembaga pendidikan tersebut.
f.
Kemitraan Pendidikan
Perhatian
BCA dalam bidang pendidikan tercermin pada beberapa kegiatan lain, antara lain:
Laboratorium Perbankan
pada Program Advokasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya,
Malang: setelah sarana pendidikan tersebut diresmikan pada Maret 2012, dukungan
BCA lebih pada penyediaan tenaga pengajar yang memiliki pengalaman di industri
perbankan.
Universitas Gajah Mada,
Yogyakarta:
1. Pada Juni 2014: BCA menyerahkan simbolis
bantuan pengadaan fasilitas ruangan BCA Banking Corner di Fakultas Ekonomika
& Bisnis, UGM, Yogyakarta, oleh Cyrillus Harinowo (Komisaris Independen
BCA) dan Rektor UGM. Diharapkan hal ini dapat semakin melengkapi sarana
pembelajaran di FEB UGM.
2. Dalam rangka melengkapi pengembangan soft
skill mahasiswa UGM, serta khususnya untuk melengkapi sarana pembelajaran
Fakultas Budaya, UGM. Pada kesempatan tersebut, BCA juga menyerahkan secara
simbolis donasi untuk renovasi ruangan program non degree musik di Pusat
Kebudayaan Koesnadi Hardjoseomantri.
PPM
School of Management: BCA menjadi sponsor utama pada penyelenggaraan The 5th
PPM Regional Case Competition (RBCC) yang diprakarsai oleh PPM School of
Management (Juni – November 2014). Kompetisi dalam bidang manajemen ini,
diikuti oleh lebih dari 73 tim sekolah tinggi atau universitas dari Indonesia
dan beberapa negara Asia Tenggara (Malaysia, Philipina, Singapura, dan
lain-lain) serta China. Kegiatan ini merupakan dukungan aktif BCA dalam
pengembangan pengetahuan, khususnya dalam bidang manajemen, serta untuk
memotivasi pengembangan kompetensi generasi muda Indonesia. Finalis RBCC juga
berkesempatan untuk mengenal solusi perbankan BCA, seperti layanan contact
center Halo BCA maupun TI BCA.
Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Diponegoro: sebagai kelanjutan dari dukungan
BCA untuk mendukung pendidikan, khususnya dalam penyediaan sarana dan
prasarana, pada periode 2014, BCA kembali mendukung penyediaan sarana
Bloomberg. BCA juga menjadi sponsor pada kegiatan “Diponegoro Entrepreneur
Festival”.
Fakultas
Ekonomi, Universitas Indonesia: BCA kembali menjadi salah satu sponsor pada
penyelenggaraan The 3rd Bachelor Journey (MJM/Master Journey Management), and
The 7th Doctoral Journey (DJM/Doctoral Journey Management) 2014. Sebuah ajang
kompetisi yang diikuti oleh peserta doctoral dan mahasiswa strata dua manajemen
dari berbagai lembaga pendidikan tinggi dan universitas di Indonesia.
UNICEF:
BCA kembali mendukung program Pendidikan Ramah Anak UNICEF. Donasi BCA secara
simbolis diserahkan oleh Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja kepada kepala
perwakilan UNICEF Indonesia Angela Kearney pada 17 Maret 2014 Bantuan BCA
tersebut didedikasikan untuk anak-anak di Wamena, Irian.
Yayasan
atau Lembaga lain: Dalam rangka memberikan dukungan pada upaya peningkatan
kualitas pendidikan di Indonesia, BCA juga mendonasikan kepada beberapa yayasan
atau lembaga lain. Pemberian donasi dan bantuan dana pendidikan pada program NU
terkait dengan bimbingan pasca ujian nasional bagi lulusan sekolah menengah
atas yang kurang mampu, dan lain-lain. Dukungan BCA berupa sponsorship pada
kegiatan yang dilakukan beberapa lembaga pendidikan, seperti SMA Kanisius, SMA
Al Azar, Bintaro, dan lain-lain.
g.
Edukasi Solusi Perbankan & Literasi Keuangan
Dalam
rangka mendukung pelaksanaan program literasi keuangan, BCA menyelenggarakan
beberapa kegiatan antara lain:
Literasi Keuangan
Kepada anak sekolah:
Sejak
2007 BCA bekerja sama dengan KidZania mengembangkan sarana edukasi perbankan
yang ditujukan kepada anak-anak. Sarana dikembangkan dalam bentuk edutainment
agar selaras dengan target sosialisasi. Anak-anak dapat lebih mengenal solusi
perbankan, layanan dan fungsi ATM, serta mengenal beberapa profesi di industri
perbankan. Selain itu, beberapa kegiatan terkait dengan literasi keuangan
kepada anak usia sekolah dilaksanakan melalui beberapa program seperti Day Care
BCA (halaman 333), edukasi di beberapa sekolah dasar yang berada di
Jabodetabek.
BCA
berpartisipasi pada kegiatan edukasi dengan menggunakan mobil literasi keuangan
Si Molek yang diprakarsai oleh OJK. Peluncuran Si Molek dilaksanakan pada
Februari 2014 di Pasar Tanah Abang. Edukasi yang dikoordinasikan BCA ini
berlangsung di 14 kota, antara lain Medan, Pekanbaru, Jakarta, Bandung,
Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Denpasar, Samarinda,
Banjarmasin, Makassar, Manado. Roadshow Si Molek dilaksanakan pada 03 - 09
Februari 2014.
BCA
juga mendukung Penyelenggaraan program Semiloka yang diprakarsai oleh OJK.
Kegiatan edukasi literasi keuangan tersebut dikemas dalam bentuk pameran,
seminar dan beberapa kegiatan lain. Kegiatan dilaksanakan di beberapa daerah,
seperti: Lombok (Maret 2014), dan Jambi (Agustus 2014) bersama lembaga jasa
keuangan lainnya, BCA berpartisipasi pada kegiatan Peluncuran Layanan Keuangan
Mikro di desa nelayan Karangsong, Indramayu, Jawa Barat dan Pasar Keuangan
Rakyat yang berlangsung selama dua hari, di Jakarta pada bulan Desember 2014
yang lalu.
BCA
aktif membuat dan mempublikasikan materi edukasi solusi perbankan BCA melalui
berbagai sarana, salah satunya adalah Rubrik Berita BCA. Rubrik Berita BCA
dikembangkan secara konsisten dan berkesinambungan. Selama periode 2014, BCA
bekerja sama dengan beberapa media massa dalam mempublikasikan dan mengasuh
rubrik Berita BCA, seperti koran Kompas, Pikiran Rakyat (PR), Jawa Pos, majalah
SWA, majalah Tempo, tabloid Kontan, Kompas.com, Kontan.co.id, Yahoo.co.id, PR
online, detik.com versi mobile, SWA online, Tempo online, maupun beberapa media
lain.
2. BCA bersinergi
dengan beberapa lembaga yang memiliki kredibilitas dan kompetensi dalam bidang
budaya, kesehatan, lingkungan, olahraga, dan empati, untuk mengimplementasikan
beberapa kegiatan Solusi Sinergi BCA.
Program yang dijalankan pada tahun 2014
antara lain adalah sebagai berikut:
a. Bakti BCA dalam
Bidang Budaya;
b. Bakti BCA dalam
Bidang Kesehatan;
c. Bakti BCA dalam
Bidang Lingkungan Hidup;
d. Bakti BCA dalam
Bidang Olahraga;
e. Program Empati.
3. Pemberdayaan
masyarakat adalah upaya yang ditujukan untuk menciptakan keadaan di mana
masyarakat mampu bertumbuh dan mencapai kemajuan secara mandiri. BCA mendukung
upaya tersebut melalui Solusi Bisnis Unggul BCA. Program ini dikembangkan
sejalan dengan salah satu keunggulan solusi perbankan BCA dalam payment system.
Beberapa bentuk implementasi program solusi bisnis unggul BCA, antara lain:
a. Lembaga Pengembangan
Bisnis (LPB) Mitra Bersama;
b. Pemberdayaan dan
Kemitraan dengan Komunitas.
Sumber :
http://www.bcafinance.co.id/profile/Tanggung_Jawab_Sosial.html